Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Periksa Hatimu, Nak!

Gaza, Bilal, Nailah.. Izinkan Bunda berbagi sedikit nasehat pada kalian malam ini. Sedikit saja, agar mudah kalian ingat dan sulit dilupakan kembali. Jika suatu saat kalian dilanda galau, marah, sedih, kesal, sakit hati dan beragam emosi negatif lainnya, nak... Maka diamlah sejenak. Tarik nafas panjang lalu hembuskan. Ulangi 10x. Selanjutnya istighfar. Hmm, berapa kali ya? Semampunya kalian lah, yang sekiranya dirasa bahwa permohonan ampun itu sudah sampai ke langit. Lalu apa lagi? Berwudhu dan ambil Qur'an, nak. Baca, halaman berapa saja dan lihat artinya. insyaaAllah akan menunjukkan jalan keluar atau penghiburan atas segala masalah kalian. Atau bagus jika nanti kalian ikut ODOJ (mengaji One Day One Juz--ini heits sekali jaman Bunda, semoga tetap berjaya di masa kalian besar kelak). Nah, mengaji lah lebih dari 1juz perhari. Nggak ngerti artinya? Nggak masalah, dengan membacanya saja sudah bisa membersihkan hati kalian. Syukur2 laah kalian memiliki kecerdasan bahasa yg baik,

Setelah Libur Panjang

Allaahu Akbar... Libur tlah usai. Kini tiba waktunya Bunda kembali 'bersekolah'. Menjawab pertanyaan Bilal, kenapa Bunda gak pernah solat selama ini (lama banget 40 hari), per hari ini Alhamdulillah Bunda sudah bisa solat lagi, ngaji lagi dan bolak-balik wudhu lagi. Sejuuuk rasanya, anak-anak... Bisa kembali menutup badan dengan mukena setelah libur panjang. MasyaaAllah. Betapa menyenangkannya bisa kembali berdoa memohon segalanya pada Sang Maha Mendengar dan Mengabulkan. Dan yang lucu, pas berdiri. Ada yang hilang! Apa ya, awal2 sholat, Bunda gak ngeh, tapi kepikiran. Oh yayaa.. ternyata perut gendut yang selama berbulan-bulan jadi tempat nyandar tangan, udah ga ada. Hahaha! Jadi kembali harus konsentrasi tinggi supaya tangannya gak merosot. Biasanya kan berasa ada gantungan gitu (dih lo kate...) Trus anak-anak, maafkan yaa tadi kalian oada telat mandi sorenya. Bunda sudah kembali meng-ODOJ. Nah berhubung mulainya aja abis ashar, jd ya otomatis kelarnya udah sore ban

Awas Bunda Singa Ngamuk!

Minggiiiir! Stay away from Nailah... Sebulan ini, kalimat tersebut sepertinya sudah akrab di telinga para bujang di rumah ini. Bukan begitu, Abang Gaza dan Aa Bilal? Mengalahkan seringnya iklan dengan bayaran mahal di televisi. Apa sebab? Hya apa lagi coba kalo bukan karena kalian terus-menerus godain Nailah... Kabuuur, Bunda kaya singa! Iyes, jawaban itu juga sudah Bunda hafal sekali termasuk intonasi dan volumenya. Duuh Gusti Allah, ari kalian atuh kenapa meni iseng amat sama adiknya. Yang diciumin mah udah gak Bunda hitung lagi, meski ada kalanya Bunda tarik kalo kelamaan. Tapi yang dipencet jari kaki, dipaksa buka kepalan tangan dg alasan untuk posisi suit supaya jangan batu melulu, muka ditutup selimut atau lainnya yang pibahayaeun, ya jelas Bunda singa ngamuk. Grrrhhhh!! Ya Allah, hindari aku dari penyakit darah tinggi... Hey para bujang, kalian tau nggak kalau dulu jaman kalian bayi, emak singa aka Bunda kalian yang cantik dan baik hati serta tidak sombong ini j

Di mana Kaki Ini Berpijak?

Whadda busy day... Hari ini ada gathering Perumahan di Bekasi. Tahukah kalian anak-anak, apa artinya itu? Iya, bagian dari pekerjaan Bunda sebagai owner Agency Property syariah. Dan itu adalah salah satu bagian tersibuk. Dimana Bunda harus terus berkoordinasi dengan Marketing di lapangan, stay alert saat ada peminat gak datang, bantu jika ada kesulitan pas mau booking daan lain2. Rempong dwh pokoknya. Dan di saat seperti itu, tak mudah bagi Bunda untuk tetap meng-handle kalian 100%. Bisa 60% saja sudah lumayan lah... Apakah kalian pikir Bunda bahagia? Ah, andai kalian tahu anak-anak, meski mata Bunda menatap layar ponsel untuk mengurus semua dari jauh, tapi pikiran Bunda tetap pada kalian. Kalian boleh bertanya pada WA yg salah kirim atau salah tulis. Itu karena saat handle buyer ataupun Marketing, yg ada di kepala Bunda itu kalian. Gaza belum potong kuku! Bilal tadi dimandikan ayah, ingat gosok gigi gak ya? Nailah ya Allah, niatnya mau makein celana, kenapa popok lagi??

Mulutmu Harimaumu

Amarah itu tak terelakkan lagi... Saat kamu ngotot meminta sesuatu yang sudah kita sepakati sebelumnya, lalu menatap tajam ke arah Bunda sambil berkata, Memang ada masalah? Ada, kamu yang bermasalah! Jerit Bunda, yg mungkin bisa terdengar dalam radius ratusan meter. Ya Allah astaghfirullah. Astaghfirullah. Astaghfirullah... Dari mana kamu dapat kalimat ajaib seperti itu, Abang? Enggak dari mana-mana. Jawabmu santai. Teman? Nggak. Bunda? Nggak. Tivi? Dan kau menggeleng untuk ketiga kalinya. Lantas kenapa kamu jawab begitu? Ya gak apa-apa. Taukah kamu Bang, bahwa itu sangaaat tidak sopan dan bisa memicu orang melakukan kekerasan terhadapmu. Kenapa? Kembali Bunda mengurut dada. Ya Allah, tenangkaaan.. Tadi kamu lagi nego konsekuensi yang kita sepakati kan? Bunda bilang tidak, karena memang Bunda sudah menghitung itu dengan seksama. Konsekuensi atas pelanggaran yang kamu lakukan sudah kita sepakati sebelumnya. Kamu melanggar jam bermain hingga Maghri

A Very Special Night

Abang Gaza kesayangan Bunda... Sudah lama kita nggak adakan malam berdua, ya. Malam--sesaat sebelum tidur, dimana kita ngobrol banyak hal, sampai kantuk datang. Apa saja, mulai dari pelajaran sekolah, kekonyolan yang kau buat di sekolah, teman yang bikin kesal sampai rencana kreasi esok hari. Ah Bunda ingat, malam berdua kita terputus sejak beberapa hari jelang Bunda melahirkan. Dimana Bunda sudah mulai kesakitan dan kelelahan di waktu bada isya yang biasanya berlanjut hingga jelang shubuh dg drama kontraksi palsu. Subhanallah, sebulan lebih! Ya ada sih sesekali, tapi hanya sebentar. Karena itu biasanya waktu sisa, saat Bunda sudah lelah dengan Nailah. Maafkan Bunda ya, Bang... Dan malam ini, Bunda lihat binar di matamu sangat terang mengalahkan kerjap bintang di malam gelap sekalipun. Engkau sangat antusias menceritakan segala hal yang belakangan kau alami atau bahkan akan kau jalani. Kau bercerita tentang persiapan Market Day yang akan digelar sabtu besok di sekolah. Juga ten

Bilal Gak Mau Sekolah, Ah!

Kapan Bilal disunat, Bun? Lagi-lagi kamu menanyakan hal yang sama, yang sudah ditanya sejak awal Bunda hamil Nailah sembilan bulan yang lalu. Nanti, insyaaAllah awal tahun ya. Saat Nailah sudah lebih besar. Bilal kan udah empat tahun, katanya kalau udah empat tahun disunat? Iya, abang Gaza juga dulu empat tahun, tapi tunggu beberapa bulan sampai Bilal agak besar. Btw memangnya Bilal mau apa sih minta cepat disunat? Kata Bunda, boleh ikut taekwondo kalau udah sunat. Sekolah juga boleh kalau udah sunat. Jadi Aa Bilal mau sekolah? Enggak. Lalu? Taekwondo aja. Gak pengen sekolah? Pengen, tapi di rumah aja sama Bunda sekolahnya. Oke baiklah... *Pe er Bunda pun bertambah hahaha

Bahagianya Ibu Itu Sederhana

Haii Nailah... Bobo nyenyak malam ini ya, Shaliha. Kan udah ga sembelit. Fiuuuh, setelah 4 hari yang menegangkan karena kamu gak juga poop, Bunda akhirnya bisa bernapas lega. Hahaha, pada saatnya nanti kamu akan paham bahwa kebahagiaan ibu2 itu acapkali amat sederhana. Gak perlu emas berlian. Gak perlu rumah mewah atau tamasya keliling dunia (meski kalo dikasih ya Alhamdulillah, haha!) Tapi, sekedar lihat bayinya yang udah ngeden dari kemarin dengan susah payah akhirnya lancar poop, itu udah bahagia banget. Gak peduli meski iyu terjadi saat baru mau nyendok suapan pertama makan malamnya yang itupun tertunda karena saking banyaknya urusan. Semoga rungsing beberapa malam belakangan tak terjadi lagi malam ini. Ailafyu sayang, Bunda

Mom of 3 Kids

Untuk pertama kalinya, anak-anak... Bunda sadar bahwa punya anak 3 itu bukan sekedar menambahkan satu anak dari dua yang sudah ada sebelumnya. Menambah tenaga dan membagi waktu untuk satu anak baru, dari tenaga dan waktu yg dialokasikan untuk dua anak sebelumnya. Tapi... Keterangan paragraf pertama PLUS Mencegah dua anak pertama mengganggu si anak baru Mengalokasikan tenaga juga untuk mendengarkan curhat yang cemburu Menyiapkan diri untuk mengatasi yang caper karena ingin diperhatikan lebih dulu Dll Salam sayang, Bunda

Nak, Ayo Salto Lagi!

Bilal, sembuh yaa.. Saat Bilal sakit, perubahan suasana di rumah kerasa banget! Biasanya Bilal yang paling lincah lompat kesana sini, salto, lari dan memeragakan beragam jurus mulai dari taekwondo, Boboiboy, Tobot dan entah apa lagi. Lalu, saat Bilal demam dengan suhu tubuh 38,3 langsung ga ada lagi kehebohan di rumah ini. Gak ada lagi teriakan kekhawatiran Bunda kaca kena bola atau kepala benjol karena salah mendarat setelah melompat dari kursi. Dan yang paling bikin Bunda khawatir, taukah kamu, nak? Kamu itu susaaah minum obat. Oke lah obat gak mau, kalo masih mau dibalur minyak2an mah. Tapi, dibalur juga gamau. Lah gimana atuh? Memang minta kesembuhan mah sama Allah, tapi kan tetap harus ikhtiar. Akhirnya Bunda memilih memeluk kamu, Nak. Sambil pijit punggung dan oles pakai essentials oil. Gatau saking demam sampai ga kecium aroma tuh minyak, atau kamu udah pasrah, saat itu kamu gak berontak. Terkulai lemas di pelukan Bunda. Persis kanebo basah yang disimpan di jemuran. Du

Kenapa Kita Gak Boleh Nonton Sinetron, Bun?

Anak-anak, tahukah kalian momen paling menyenangkan sekaligus menegangkan bagi Bunda saat bersama kalian? Bukan saat kalian gak bisa diatur. Bukan pula saat kalian minta sesuatu dan Bunda gak punya uang. Atau saat kalian tantrum. Bukan itu! Jawabannya adalah: Saat kalian ada gejala mau bertanya sesuatu. Serius, jika salah satu dari kalian menghampiri Bunda dan bilang, Bunda, ehm... Aiih itu 99% pasti ada yang hendak ditanyakan. Dan Bunda nyaris selalu deg2an dan panas dingin. Pasalnya, pertanyaan kalian itu seringkali ajaib, di luar perkiraan dan beranak pinak. Alias, satu jawaban akan menghasilkan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Dan menjawabnya asal-asalan tentu berakibat buruk untuk perkembangan kalian. Sementara jika ditunda, Bunda suka lupa (makanya catet!) Salah satu pertanyaan Bilal yang dikemukakan beberapa hari belakangan adalah: Kenapa sih kita gak boleh nonton sinetron? Aiih... Karena sinetron gak bagus untuk anak-anak. Tapi, itu ada anak-anak di sinetro

Saat Kau Tak di Sini

Hahaha judulnya baper banget! Padahal mah, ini lagi mau cerita sama Abang Gaza, betapa ada yang sangat kehilangan dan merindukanmu saat kamu lagi mabit, Bang... Siapa? Bilal, siapa lagi cobaa! Dia, partner berantem kamu setiap hari. Dimana di matanya kamu adalah kakak paling iseng sedunia. Sementara bagimu, dia adik paling gengges sedunia. Saat berantem lalu kalian masing-masing bilang, bahwa kalian gak mau temenan atau bahkan sekedar deketan lagi selama-lamanya... Hahaha lagunyaa! Padahal semenit kemudian udah main lego bareng atau berbagi jurus Boboiboy. Ya gitu deh kakak-adik, dekat berantem, jauh kangen. Meski sih ya, Bunda gak yakin juga kalo Abang kangen sama Bilal sebesar kangennya Bilal ke Abang. Apalagi saat bersenang-senang dengan teman-teman. Itu kan masa-masa dimana Bilal tersisih, karena kamu biasanya juga males kalo dia ngintilin mulu kemana pun kamu pergi. Ya gak, ayoo ngaku! Tapi Bilal, yang biasanya galak sama kamu ini, merasa seolah waktunya hampa saat kamu

Mede Keju, Edamame dan Almond Madu

Nailah sayang... Lagi apa kamu, Nak? Whenever you read this post, I just want to tell that I love you full :-* Meski Bunda stres abis pulang dari RS barusan. Iya stres, udah tau kah kamu artinya? Well, untuk kedua kalinya, Bunda kembali berurusan dg masalah kenaikan BB anak yg tidak signifikan. Masalah yg sama dg waktu Abang Gaza bayi. Masa sih udah sebulan kamu cuma naik 0,6kg? Yg bener ajaaa darling... Untung DSA nya kali ini gak julid. Gak menatap tajam sama emaknya seolah mo bilang, "anaknya kurus, emaknya gendut" atau nyuruh tandem sufor. Dududuhh, bukannya Bunda pelit ya, Nak. Tapi insyaaAllah kita masih bs berjuang di ranah ASI (tuh makanya kl malem dibangunin trus dikasi ASI itu jgn nolak kaya yg lagi diet!) Btw ya, gara-gara urusan BB, panjang jadinya daftar makanan yg harus dikonsumsi. Mulai dari daun pepaya, kacang-kacangan sama apa lagi lah tadi ya, lupa bunda. Jadi, kapan laah Bunda kembali kurus? Kacang-kacangan sama sayur hijau khususnya daun pepaya ka

Strategi Televisi

Haii para bujang, Gaza n Bilal... Bunda baru tahu kalau kalian ini ternyata mulai pinter berkolaborasi menyusun strategi. Peraturan jam nonton TV kembali ketat diberlakukan, terkait mata Abang Gaza yang belakangan harus diberi obat tetes karena lelah--diduga kebanyakan nonton TV atau main gadget. Kalian protes. Pake aksi ngambek segala. Bercucuran air mata. Hiih lebay! Lupa apa ya kalau Bunda kalian itu ga peduli mo ada banjir airmata dan demonstrasi sekalipun. Ratu tega? Iyes. Singa? Iyess. Just name it... Sekali layar terkembang, pantang kembali pulang. Eh, maksudnya sekali peraturan ditegakkan, Bunda tak mempan dirayu (kecuali kalo depan nenek kalian, seringkali Bunda tak berdaya, takut kualat guys!) Oke jadi aturannya, nonton TV maks 1,5jam per-hari ya anak-anak, bisa dibagi 3 masing-masing setengah jam atau 1 jam dan setengah jam. Deal! (Meski sepihak). Awalnya pake drama tapi lama-lama kalian tampak ikhlas. Sempat curiga juga sih, Bunda. Nggak biasanya kalian bi

All iz Well, Yeaay!

Anak-anak... Bunda super duper happy hari ini! Nenek (art) kembali itu rasanya kaya dikasih berlian. Hahaha bohongnya ketauan banget deh, kan Bunda belum pernah punya berlian. Ya gitu lah, saking bahagianya. Semua kerusuhan rumah yang tertinggal sejak beliau gak masuk sepekan kemarin, sirnaaa... Bunda bisa lebih fokus sama kalian, terutama saat lagi ngASI Nailah, ga perlu lah lari ke kamar mandi untuk nyebokin Bilal, atau pakai kerudung karena ada yg ngetok pintu. Yes, bahagia untuk emak-emak macam Bunda itu sederhana. Meski ya kebahagiaan kurang sempurna karena sakit kepala akibat kurang tidur semalam. It's ok. Nothing's perfect right? Terbayar oleh tidur siang, mayan lah 3/4 jam. Mewah itu kalo buat busui dg 3 anak mah. Apa lagi? Ayam goreng hari ini rasanya enak banget deh. Apa pasal? Tinggal comot dan gak perlu cuci piring. Dimana saat cuci piring tiba-tiba ngejerit karena ada kucing masuk rumah karena kalian para bujang lupa nutup pintu pas pergi ke mushala. Oh p

Sesuatu yang Menghentikan Tangis Nailah

Hai Nailah.. Entah kapan kamu bisa baca tulisan ini sendiri. Seperti halnya Abang Gaza dan Aa Bilal, sepertinya Bunda juga tak akan menderasmu soal calistung di usia dini. Biar saja engkau mempelajarinya secara alami. Abang Gaza tepat di usia 4 sudah bisa membaca, sementara Aa Bilal huruf saja belum hafal. Eh tapi, dia lebih dulu hafal huruf Hijaiyah deng.. mungkin karena masa balitanya suka menyimak Bunda mengajar Abang Gaza jadi dia lebih dulu menguasainya. Hehe, lanjut ya... Kita bukan sedang membahas pelajaran dan kemampuan membaca, kok :) Bunda hanya mau cerita tentang kemanjaan yang kau tampilkan hari ini. Duh subhanallah, sejak habis Maghrib tadi, kamu nangis melulu dan minta gendong. It's okay, ibu mana sih yang tak mau menggendong buah hatinya, apalagi masih bayi... Tapi, tumben kerewelanmu tak berhenti dengan digendong kali ini. Kau kembali menangis. Oh ngompol, Bunda ganti dulu. Habis itu, lapar... Bunda susui dulu. Lalu, masih nangis. Sambil mengkakukan badan pula

Saat Kecerewetan Sudah Jadi Mesin Otomatis

Gaza, Bunda sedih malam ini karena Gaza demam. Dimulai dari saat pulang shalat isya dari mushala tadi, dg suhu 37,9 dan hingga barusan sudah turun hingga 37,4.. Bunda tetap sulit memejamkan mata. Demam kenapa ini? Hati Bunda bertanya-tanya. Sungguh khawatir jangan-jangan ini gejala sakit yang lebih berat. Ah, semoga bukan ya, Bang..  Lalu Bunda segera teringat tadi pas pertama tahu Gaza demam. Bukannya memeluk atau menghibur, eh malah ngomel. Nah kaan Bang, Bunda bilang juga apa. Cuaca lagi begini bentar panas bentar ujan bentar angin kencang, kamu mah main di luar mulu. Padahal udah dibilangin, yang anteng aja main di rumah. Kan di rumah juga banyak yg bisa dimainin, bla bla bla... Sementara kamu pasrah aja dinyanyiin begitu, Bang. Mungkin dalem hati ya mo gimana lagi, udah takdir punya Bunda cerewet. Masa mo minta tuker? Yakali duit, kalo sobek bisa ditukar ke bank. Kalo Bunda, mo nyari tukeran di mana?? Astaghfirullah.. Bunda teh tau Bang, kalo merepet be

When You're Not Here, I Feel Free

Siang tadi rumah nyaris kosong untuk beberapa jam, karena Gaza dan Bilal pergi ke tempat kursus robotik. Tinggallah Bunda dan Nailah berdua di rumah. Hey anak-anak Bunda yang shalih, taukah kalian bagaimana rasanya tinggal di rumah yang sepi tanpa teriakan atau lompatan-lompatan kalian? I feel free! Hahaha jujur banget... Iya, kalau ibu lain katanya ada sesuatu yang hilang saat tidak bersama anak-anaknya, Bunda siang tadi nggak merasakan hal itu. Hah, Bunda jahat? Tunggu dulu, sampai kalian baca kisah ini hingga akhir. Well, tanpa ada dua bujang di rumah ini, Bunda bisa menidurkan Nailah dan dan meninggalkannya ke dapur tanpa was-was ada yang memencet hidungnya layaknya bel. Atau mengajaknya suit, atau mengajarinya menyanyi dengan volume seperti sedang konser. Trus di dapur Bunda ngapain? Menjahit. Hahaha ya gak lah, sejak kapan juga Bunda bisa menjahit? Masang kancing yang copot aja miring. Bunda masak, anak-anak. Menunya Steak Tahu hasil nyontek dan modifikasi dari cookpad

Surat Pertama Bunda

Dear Gaza, Bilal dan Nailah... Putera puteri Bunda yang shalih dan shaliha Sebetulnya, Bunda ingin menuliskan kisah kalian dari kacamata Bunda ke dalam buku harian betulan. Iya, menulis di buku, bukan di gadget. Apalagi di-publish begini. Tapi sungguh terkejut Bunda saat menyadari ternyata kemajuan teknologi membuat tangan Bunda tak lagi bisa menulis dengan cepat, apalagi tulisan yang bagus. Jadi ya sudahlah Bunda putuskan untuk menulis di sini saja. Blog ini Bunda buat khusus untuk kalian baca dan kenang kelak. Nanti kalau sudah besar, kalian bisa tahu bagaimana keseruan kita bertiga di zaman now. Zaman dimana segala sesuatu bisa jadi pro kontra dan mom war, bahkan perkara masakan pakai mecin atau tidak saja bisa jadi urusan super panjang! Dan kalian boleh berterima kasih pada Bunda, karena nyaris tak pernah menghabiskan waktu untuk urusan demikian. Eh, Bunda deng yang harusnya berterimakasih. Berkat kalian yang super aktif dan kritis, maka tak ada waktu tersisa untuk Bunda men