Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Kenapa sih kita ga bisa lihat Allah?

Pertanyaan itu diajukan oleh putera kedua saya semalam. Tidak to the point, tapi pakai muter2 diskusi sama kakaknya. Kenapa kuman ga kelihatan? Karena kecil Allah besar. Kenapa ga kelihatan? Karena mata Kita ga sanggup liat Allah. Kenapaa? Dan sang kakak angkat tangan * Bilal--putera kedua saya bukanlah type anak yang memiliki stok puluhan pertanyaan setiap harinya jika dibandingkan dengan abangnya di usia yang sama. Ia juga--sejauh ini, tidak pernah mengejar jawaban atas suatu pertanyaan sampai puas. Maka satu saja pertanyaan terucap darinya, adalah pe er yang harus saya tuntaskan. Tidak boleh disia-siakan. Pertama-tama, saya suruh ia mengambil globe, beberapa lembar kertas bekas dan bola yang ukurannya lebih besar dari globe. Selanjutnya, beberapa lembar kertas bekas tadi, saya remas-remas hingga membentuk bulatan. Anak itu, saya prrintahkan untuk melakukan Hal yang sama. Apaan sih? Orang Bilal nanya kenapa Allah gak keliatan, malah disuruh bikin kaya gini.. Ke

Menyimpan Kenangan Meyakini Takdir

Apa yang membuat Bunda kuat ga cengeng saat kehilangan sesuatu? Tanya si sulung dalam pillow talk kami malam ini. Bunda punya mantranya. Mau Tau? Iya. Laa  hawlaa walaa quwwata ilaa biLlaah. Tiada usaha, kekuatan dan upaya selain atas kehendak Allah. Cuma itu? Iya. Karena saat kita memasrahkan semuanya pada Allah, hati ini akan tenang. Lagipula nggak ada yg kekal di dunia ini. Baik benda maupun orang. Jika rusak, pergi atau hilang, ikhlaskan saja. Kenangannya bisa tetap kita simpan di hati. Sesekali kita ingat untuk bikin kita lebih menghargai segala yang pernah kita miliki. Untuk bersyukur atas smua pengalaman dan ilmu yang pernah Kita pelajari. Lalu si sulung terdiam, tampak mencoba mencerna. Gimana contohnya menyimpan di hati? Misalnya kita punya mainan dirusak oleh teman. Pasti rasanya ingin sekali marah bahkan membalas. Apalagi jika mainan itu dibeli dengan uang tabungan atau susah didapat karena harus setoran hafalan. Tapi saat kita yakin bahwa mainan sekuat dan